Acara 2 : Mengenal Pupuk

                                                           

Acara 2 : Mengenal Pupuk

 



Pada hari Sabtu, 27 September 2020 saya berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan seorang petani bernama Bapak Am Rokib di Desa Kalitapas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Bapak Am Rokib merupakan salah satu petani yang melakukan budidaya padi. Luas lahan sawah milik beliau yaitu sekitar 0,2 hektar. Lahan tersebut ditanami padi dengan varietas IR-64, sebanyak dua kali musim tanam.

Dalam budidaya tanaman padi, Bapak Am Rokib menggunakan dua macam jenis pupuk yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik yang digunakan yaitu pupuk kandang, sedangkan pupuk anorganik yang digunakan yaitu pupuk urea. Pupuk urea merupakan pupuk nitrogen yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman khusunya pada bagian batang, cabang dan daun tanaman (Setiawan et al.,2019). Pupuk kandang merupakan pupuk alami yang dapat menyediakan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, dan belerang, serta unsur hara mikro seperti besi, seng, boron, kobalt dan molibdenum. Pupuk kandang memiliki fungsi dalam peningkatan daya tahan tanah terhadap air, aktivitas mikroorganisme di dalam tanah, nilai kapasitas tukar kation, serta dapat memperbaiki struktur tanah (Yuliana et al., 2015).

Dalam aplikasinya, pupuk kandang diaplikasikan pada lahan pada saat sebelum padi ditanam yaitu sekitar satu minggu sebelum masa penanaman dengan cara ditaburkan secara merata pada lahan. Pupuk kandang yang digunakan yaitu sekitar 40-42 kg. Sedangkan pupuk urea diaplikasikan pada lahan ketika padi telah ditanam, yaitu sekitar padi berumur 15-20 hari setelah tanam, dengan cara ditaburkan secara merata pada lahan sawah.Pupuk urea yang digunakan oleh Bapak Am Rokib sebanyak 30 kg. Pemberian pupuk pada lahan memiliki takaran yang berbeda-beda pada setiap jenis tanah. Hal ini karena setiap daerah memilik sifat dan jenis tanah yang berbeda-beda sehingga kebutuhan akan unsur hara juga berbeda. Selain itu, jenis atau varietas padi yang digunakan juga menjadi salah satu komponen yang menentukan hasil panen. Aplikasi pupuk urea pada tanaman padi dapat diberikan sebanyak 200-250 kg/hektar (Anonim, 2019)

 

Daftar Pustaka

Anonim. 2019. Cara tepat pemupukan tanaman padi. http://cybex.pertanian.go.id. Diakses pada 30 November 2020.

Setiawan, M. A., H. Umar, dan Hamzari. 2019. Pengaruh pemberian pupuk urea terhadap pertumbuhan semai jati (Tectona grandis L.f) pada lahan bekas tambang poboya. Jurnal Warta Rimba. 7(1): 39-46.

Yuliana., E. Rahmadani, dan I. Permanasari. 2015. Aplikasi pupuk kandang sapi dan ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jahe (Zingiber officinale Rosc.) di media gambut. Jurnal Agroteknologi. 5(2) : 37-42.

 

 

 

 

 

Komentar