Acara 1 : Uji Kesuburan Tanah

 

Acara 1 : Uji Kesuburan Tanah

Mengamati Pertumbuhan Komoditas (Menanam)

Pada tanggal 3 Oktober 2020, telah dilakukan praktikum mandiri KPKT Acara 1 yaitu Uji Kesuburan Tanah dengan mengamati pertumbuhan komoditas dengan menanam kacang panjang (Vigna sinensis L.). Praktikum dilaksanakan secara mandiri di Desa Kaliwader, Bener, Purworejo, Jawa Tengah. Bahan dan alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu benih kacang panjang, tanah sawah, tanah tegalan, kompos, pasir, air, polybag, label, dan alat tulis. Langkah-langkah dalam praktikum yang dilakukan yaitu :

1.      Persiapan alat dan bahan

2.      Membuat komposisi media tanam yang berbeda-beda yaitu :

-Perlakuan 1, tanah sawah : pasir : kompos, dengan perbandingan 1:1:1

-Perlakuan 2, tanah sawah : kompos, dengan perbandingan 2:1

-Perlakuan 3, tanah sawah

-Perlakuan 4, tanah tegalan : pasir : kompos, dengan perbandingan 1:1:1

-Perlakuan 5, tanah tegalan : kompos, dengan perbandingan 2:1

-Perlakuan 6, tanah tegalan

3.  Media tanam yang telah dibuat dimasukkan ke dalam polybag yang telah disiapkan, kemudian diberi label pada tiap polybag

4.    Benih kacang panjang yang telah disiapkan kemudian dimasukkan ke dalam media tanam, setiap polybag diberi 3 biji benih kacang panjang, kemudian disiram dengan air

5.   Selanjutnya diberikan perlakuan penyiraman setiap hari pada masing-masing polybag, dan dilakukan pengamatan terhadap jumlah daun dan tinggi tanaman setiap minggu hingga minggu ke-5, dan diamati pula panjang akar tanaman pada minggu ke-5

Hasil pengamatan yang dilakukan sebagai berikut :

Tabel 1. Data hasil pengamatan jumlah daun

Waktu Pengamatan

Perlakuan 1

Perlakuan 2

Perlakuan 3

Perlakuan 4

Perlakuan 5

Perlakuan 6

Minggu ke 1

2

2

2

2

2

2

Minggu ke 2

8

8

8

8

8

7

Minggu ke 3

20

10

9

8

10

7

Minggu ke 4

14

19

12

26

23

8

Minggu ke 5

17

24

15

35

33

11








Tabel 2. Data hasil pengamatan tinggi tanaman (cm)

Waktu Pengamatan

Perlakuan 1

Perlakuan 2

Perlakuan 3

Perlakuan 4

Perlakuan 5

Perlakuan 6

Minggu ke 1

11.2

13.4

11.4

13.2

13.4

9.2

Minggu ke 2

22.6

24.2

21.6

25.1

26.4

18

Minggu ke 3

24.6

26.1

25.6

28

38.7

20.7

Minggu ke 4

53.9

79

48

129.3

131.9

32.7

Minggu ke 5

67.5

109.5

57.5

142.1

155

35.3

Rerata

35.96

50.44

32.82

67.54

73.08

23.18

Tabel 3. Data hasil pengamatan panjang akar (cm)

Waktu Pengamatan

Perlakuan 1

Perlakuan 2

Perlakuan 3

Perlakuan 4

Perlakuan 5

Perlakuan 6

Minggu ke 5

29

32.1

26.3

32.3

33

29.6

 

Berdasarkan data hasil pengatan dapat diketahui hasil dari berbagai perlakuan pada dua jenis tanah yang berbeda yaitu tanah sawah dan tanah tegalan. Berdasarkan data tersebut dapat diketahui bahwa kacang panjang dapat tumbuh di berbagai komposisi media tanam yang berbeda baik pada tanah sawah maupun tanah tegalan. Menurut Saputra (2019), tanaman kacang panjang merupakan tanaman yang dapat tumbuh dengan baik pada berbagai jenis lahan baik lahan tegalan, sawah, maupun halamam rumah.

Pada pengukuran jumlah daun, diperoleh hasil bahwa tanaman kacang panjang dengan jumlah daun terbanyak pada perlakuan 4 yaitu dengan komposisi media tanam berupa tanah tegalan : kompos : pasir dengan perbandingan 1:1:1. Pada pengukuran tinggi tanaman, tinggi tanaman paling tinggi yaitu pada perlakuan 5 dengan komposisi media tanam yaitu tanah tegalan : kompos dengan perbandingan 2:1. Pada pengukuran panjang akar, panjang akar paling panjang pada perlakuan 5 yaitu komposisi media tanam berupa tanah tegalan : kompos dengan perbandingan 2:1. 

Berdasarkan ketiga komponen pengamatan pada masing-masing jenis tanah, dapat diketahui bahwa tanaman kacang panjang pada percobaan menggunakan tanah sawah dapat tumbuh dengan baik pada perlakuan 2 yaitu dengan komposisi tanah sawah : kompos dengan perbandingan 2:1. Pada percobaan menggunakan tanah tegalan, tanaman kacang panjang tumbuh dengan baik pada perlakuan 5 yaitu dengan komposisis tanah tegalan : kompos dengan perbandingan 2 :1. Hal ini menunjukkan bahwa kompos berpengaruh terhadap kesuburan tanah. Kompos merupakan pupuk organik yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. pemberian kompos pada tanah dapat menyediakan kebutuhan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman, baik unsur hara makro maupun unsur hara mikro. Aplikasi kompos pada tanah juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah, dimana kompos mengandung humus  yang dapat memperbaiki struktur dan tekstur tanah. Apabila tanah memiliki struktur dan tekstur yang baik maka dapat berdampak pada aerasi dan penetrasi akar yang lebih baik (Wahyono, 2010). Dalam hasil pengamatan ini ditunjukkan dengan panjang akar tanaman kacang panjang yang lebih panjang pada media tanam dengan pemberian kompos dibandingkan media tanah saja. Hal ini menunjukkan bahwa pada perlakuan tanpa pemberian kompos memiliki kepadatan tanah yang lebih tinggi dibandingkan media tanam dengan pemberia kompos. Hal ini sesuai dengan pernyataan Rusdiana et al (2000) yang menyatakan bahwa semakin tinggi kepadatan tanah maka akan menurunkan ruang pori makro dan mengahambat penetrasi akar, sehingga memiliki panjang akar yang rendah.

 

 

Daftat Pustaka

Rusdiana, O., Y. Fakuara, C. Kusmana, dan Y. Hidayat. 2000. Respon pertumbuhan akar tanaman sengon (Paraserianthes falcataria) terhadap kepadatan dan kandungan air tanah podsolik merah kuning. Jurnal Manajemen Hutan Tropika. 6(2) : 43-53.

Saputra, A. L. 2019. Budidaya kacang panajang (Vigna sinensis L.) setelah tanam padi di lahan sawah tadah hujan. https://cybex.pertanian.go.id/. Diakses pada 4 Desember 2020.

Wahyono, Sri. 2010. Tinjauan manfaat kompos dan aplikasinya pada berbagai bidang pertanian. JRL. 6(2) : 29-38. 

 

                                                                       Dokumentasi Kegiatan

 



                                 






   

                      

 

 

 


 


 

 

 

Komentar